Senin, 26 November 2018

DHCP 8 E

KELOMPOK E
NAMA: 1.Erinda reza alifia   (13)
              2.Lisa voni ovinda   (16)
              3.Mahendra gesid   (18)
              4.Mayang adiva.W. (19)

Konsep dasar DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client, sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin. Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.
Prinsip Kerja DHCP Server
*      Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client, host tersebut belum mempunyai IP Address, subnet mask dan default gateway. Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP. DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari IP address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP Client
*      Ketika client memerlukan sebuah IP Address, maka akan mengirimkan pesan DHCP Discover yang dibroadcast dengan destinasi IP Address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF. Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini, tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya. Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer, menyarankan IP address untuk client tersebut. Host kemudian mengirimkan DHCP Request  ke server untuk menanyakan apakah IP address yang disarankan tadi dapat digunakan. Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowledgment.

DHCP 8 B

KELOMPOK B
NAMA: 1.Aji setiyo                 {03}
              2.Dwi adi novingga  {12}
              3.Aziz mustofa         {06}
              4.Irmawan ibnu aqib{15}

Konsep dasar DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Description: dhcp server


DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client, sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin. Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.

Description: dhcp server

Description: dhcp server

Prinsip Kerja DHCP Server

Description: dhcp server


*      Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client, host tersebut belum mempunyai IP Address, subnet mask dan default gateway. Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP. DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari IP address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP Client
*      Ketika client memerlukan sebuah IP Address, maka akan mengirimkan pesan DHCP Discover yang dibroadcast dengan destinasi IP Address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF. Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini, tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya. Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer, menyarankan IP address untuk client tersebut. Host kemudian mengirimkan DHCP Request  ke server untuk menanyakan apakah IP address yang disarankan tadi dapat digunakan. Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowledgment.

DHCP 8 C



Konsep dasar DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Description: C:\Users\MBOIS\Pictures\tugas 4.jpg


DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client, sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin. Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.

Description: C:\Users\MBOIS\Pictures\3.png

Description: C:\Users\MBOIS\Pictures\dewi.jpg

Prinsip Kerja DHCP Server



·         Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client, host tersebut belum mempunyai IP Address, subnet mask dan default gateway. Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP. DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari IP address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP Client.


·         Ketika client memerlukan sebuah IP Address, maka akan mengirimkan pesan DHCP Discover yang dibroadcast dengan destinasi IP Address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF. Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini, tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya. Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer, menyarankan IP address untuk client tersebut. Host kemudian mengirimkan DHCP Request  ke server untuk menanyakan apakah IP address yang disarankan tadi dapat digunakan. Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowledgment.





Kelompok C
1.    Ayu Cahyaning Tias  (05)
2.    Defia Eri A.                 (08)
3.    Dewi Hanifah A.          (09)
4.    Dimitri Irfan S. (10)
5.    Madalena Y.S             (17)


Kelas:  XI  TKJ 4

DHCP 8 H


Nama kelompok
1.     Muhammad setiaji         (23)
2.     Riska Novel stevani         (28)
3.     Sofyan abdul f                   (35)
4.     Yolanda erdika w              (40)
Konsep Dasar DHCP SEVER
DHCP ( Dynamic Host  Configuration Protocol ) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server
 DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client,sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin.Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.
Prinsip Kerja DHCP Server
Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client,host tersebut belum mempunyai Ip address,subnet mask dan default gateway.Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP.DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari Ip address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP client
Ketika client memerlukan sebuah Ip address,maka akan mengirimkan pesan DHCP discover yang di broadcast dengan destinasi Ip address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF.Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini,tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya.Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer,menyarankan Ip address untuk client tersebut.Host kemudian mengirimkan DHCP request ke server untuk menanyakan apakah Ip address yang disarankan tadi dapat digunakan.Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowiedgment.

DHCP 8 D

KELOMPOK D
Anggota :
1. Divany Vasha (11)
2. Meta Aprilyna (20)
Konsep Dasar DHCP Server 
DHCP ( Dynamic Host  Configuration Protocol ) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
 DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client,sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin.Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.
Prinsip Kerja DHCP Server
Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client,host tersebut belum mempunyai Ip address,subnet mask dan default gateway.Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP.DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari Ip address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP client.
Ketika client memerlukan sebuah Ip address,maka akan mengirimkan pesan DHCP discover yang di broadcast dengan destinasi Ip address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF.Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini,tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya.Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer,menyarankan Ip address untuk client tersebut.Host kemudian mengirimkan DHCP request ke server untuk menanyakan apakah Ip address yang disarankan tadi dapat digunakan.Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowiedgment. 


Minggu, 25 November 2018

DHCP 8 F


DHCP 8 J










DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat ip dalam satu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat ip secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server dhcp, selain alamat ip, banyak parameter lain yang diberikan oleh dhcp, seperti default, getway dan dns server.

DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi ip di tiap komputer client/ istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client, sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin. Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis .

Prinsip kerja DHCP server
Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai dhcp client, hots tersebut belum mempunyai ip address, subnetmask, dan default gatway. Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari dhcp server yang berada dijaringan lokal maupun berlokasi di ISP. DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari ip address tertentu yang bisa diberikan ke dhcp client.
Ketika client memerlukan sebuah ip address , maka akan mengrimkan pesan dhcp disk cover yang dibroadcast dengan destinasi ip address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF . semua host dalam jaringan akan menerima broadcast dhcp frame ini, tetapi hanya dhcp server yang akan membalasnya. Server akan merespon dengan sebuah dhcp over, menyarankan ip address untuk client tersebut. Host kemudian mengirimkan dhcp request ke server untuk menanyakan apakah ip address yang disarankan tadi dapat digunakan. Server kemudian menanggapi  dengan dhcp acknowledgment.

DHCP 8 G

Kelompok : G
1.   Moh. Abdul Khakim       (22)
2.   Nanda Pegianti               (25)
3.   Silviana Rohmah            (33)
4.   Siska Putri Pertiwi          (34)
KELAS : XI-TKJ 4















Konsep Dasar DHCP Server
DHCP ( Dynamic Host  Configuration Protocol ) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
 DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client,sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan tanpa admin.Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.
Prinsip Kerja DHCP Server
Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client,host tersebut belum mempunyai Ip address,subnet mask dan default gateway.Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP.DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari Ip address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP client.
Ketika client memerlukan sebuah Ip address,maka akan mengirimkan pesan DHCP discover yang di broadcast dengan destinasi Ip address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF.Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini,tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya.Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer,menyarankan Ip address untuk client tersebut.Host kemudian mengirimkan DHCP request ke server untuk menanyakan apakah Ip address yang disarankan tadi dapat digunakan.Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowiedgment.

DHCP 8 I





Konsep Dasar DHCP Server
DHCP ( Dynamic Host  Configuration Protocol ) merupakan sebuah protocol jaringan yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Jadi semua client yang terhubung ke server tidak usah mengisi alamat IP secara manual karena sudah otomatis diisi oleh server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter lain yang diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.



DHCP digunakan karena jaringan semakin besar dan semakin kompleks sehingga butuh konfigurasi yang dinamis. Selain itu kita tidak perlu konfigurasi IP di tiap komputer client atau istilahnya tidak perlu manual konfigurasi di client,sehingga pengiriman informasi dapat dilakukan  tanpa admin.Host-host yang terkonfigurasi secara statis bisa berdampingan dengan yang dinamis.







Prinsip Kerja DHCP Server


Ketika host pertama kali dikonfigurasikan sebagai DHCP Client,host tersebut belum mempunyai Ip address,subnet mask dan default gateway.Host tersebut mendapatkan informasi tersebut dari DHCP server yang berada di jaringan lokal maupun berlokasi di ISP.DHCP server dikonfigurasikan dengan range atau pool dari Ip address tertentu yang bisa diberikan ke DHCP client.
Ketika client memerlukan sebuah Ip address,maka akan mengirimkan pesan DHCP discover yang di broadcast dengan destinasi Ip address dari 255.255.255.255 dan tujuan MAC address dari FF-FF-FF-FF-FF-FF.Semua host dalam jaringan akan menerima broadcast DHCP frame ini,tetapi hanya DHCP server yang akan membalasnya.Server akan merespon dengan sebuah DHCP offer,menyarankan Ip address untuk client tersebut.Host kemudian mengirimkan DHCP request ke server untuk menanyakan apakah Ip address yang disarankan tadi dapat digunakan.Server kemudian menanggapi dengan DHCP Acknowiedgment.